Jumlah Pengusaha di Indonesia hanya 1,9 Persen






Diberitakan di tribunnews com (Selasa, 26 Februari 2013 11:19) bahwa menurut data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah jumlah wirausahawan Indonesia hanya 1,9 persen dari 250 juta penduduk. Masih sangat jauh disbanding nergara lain: Singapura misalnya, rasionya 7 persen dibandingkan jumlah penduduk. Sedangkan Jepang bisa mencapai 10 persen.

Menjadi pengusaha memang bagai masuk ke dalam rimba, bagi sebagian orang. Tidak ada yang menjamin apakah esok ia aka beruntung atau bangkrut. Ia selalu berhadapan dengan kemungkinan: mungkin gagal dan mungkinn sukses. Sangat berbeda dengan pegawai. Kehidupannya terjamin. Tidak perlu berfikir besok harus bagaimana dan bagaimana, yang penting mengerjakan apa yang diperitahkan, gaji akan selalu didapat setiap bulan.

Secara umum, pedidikan di negeri kita masih begitu. Generasi  dididik untuk mengikuti yang sudah diseting oleh yang tua. Generasi dicetak agar meneruskan yang sudah dibuat oleh yang tua. Sehingga nanti setelah lulus, mereka sudah akrab dengan perintah dan aturan yang sudah dibuat.

Tetapi, muncul pertanyaan sebenarnya dalam hal ini. Seandainya semua generasi kita demikian, siapa yang akan menggaji, pemeritah? Kalau mereka semua bernafsu untuk menjadi pegawai, mau menjadi pegawainya siapa? Bila semua bernafsu utuk menjadi pegawai.

Sistem pedidikan perlu diubah. Ini sudah lagu lama. Pemeritah sudah tidak mempan dikritik. Sekarag sudah saatnya kita memikirkan sendiri generasi kita, tanpa menunggu pemerintah. Kita bisa membentuk organisasi sendiri untuk membina generasi tanpa menunggu tindakan pemerintah.

Mengutip pidato seorang siswi lulusan terbaik di Amerika pada 25 Juni 2010, bernama Erica Goldson, “I contest that I am a human being, a thinker, an adventurer – not a worker… … …”.

Ya, generasi adalah seorang manusia, seorang pemikir, seorang petualang, bukan hanya seorang pekerja. Pengusaha itu selalu berpikir, suka berpetualang, bukan hanya mengerjakan yang diperintahkan. Sementara generasi kita, tekun sekali berlatih untuk menjawab soal-soal yang akan diberikan pada mereka nanti untuk kelulusan. Mereka terampil sekali di bidang tersebut. Sehingga setelah lulus, mereka pun mencari dunia yang mirip dengan dunianya di sekolah (Terjamin).



__________________________________________________________________ __________________________________________________________________
Jumlah Pengusaha di Indonesia hanya 1,9 Persen Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Mistersunlearnto Writewellforever

No comments:

Post a Comment