Penglaris Dagangan dan Agar Cepat Dapat Jodoh






Hari ini dunia seperti berputar balik ke masa silam, saat masih hidup di desa terpencil, saat ilmu hanya didapat dari guru-guru di desa, baik di musholla atau di madratsah ibtidaiyah.

Saat itu, menarik sekali info-info yang disampaikan para senior di musholla atau di madratsah. Tentang ilmu kesaktian, ilmu pemikat hati wanita, ilmu penglaris. Dunia gaib menjadi topik yang selalu hangat untuk dibicarakan pada saat itu. Amalan-amalan kekebalan tubuh, pemikat wanita, dan penglaris ramai diperbincangkan, meskipun agak ditutup-tutupi.

Saya sendiri juga pernah mengamalkan beberapa bacaan untuk memikat hati wanita, agar hajat terkabul, dan kekebalan tubuh. Sayangnya tidak begitu sukses. Mungkin karena saya terpengaruh kuat sekali oleh kata-kata yang sering dilontarkan oleh almarhum kyai saya yang juga pak de saya waktu masih mengaji di musholla. Kata-kata tersebut sangat sederhana, tetapi mampu membangun jiwa untuk menjadii pemikir hebat. "Pa seggut ngen-ngangen," begitu kata beliau dalam bahasa Madura. Maksudnya, sering-seringlah mengkaji segala sesuatu/memikirkan sesuatu/merenungkan sesuatu.


Entah kenapa, kata-kata tersebut sangat merasuk ke jiwa saya. Saya pun gemar mempertanyakan sesuatu yang baru saya temui, termasuk Tuhan sendiri (Akhirnya terjawab). Inilah yang membuat saya gagal mengamalkan amalan-amalan yang diberikan oleh para senior-senior yang sudah pintar.

"Kenapa...?"

Kata tanya itulah yang selalu saya sodorkan pada diri saya. Padahal, kata mereka, keberhasilan suatu amalan itu tergantung keyakinan hati.

Pagi tadi, tiba-tiba saya ingin browsing tentang dunia itu lagi. Kata kunci yang saya ketik di google: "Amalan agar dagangan laris." Ternyata ada beberapa yang muncul. Saya baca. Kebanyakan mereka dapat dari seorang kyai. Ada juga yang dapat dari website lain.

Seperti biasa, selalu ada yang berkomentar "Ini bid'ah". Di desa juga sering begitu. Batin saya, "Anak kecil." Ya, saya menganggap orang seperti itu sebagai anak kecil. Kenapa? Kita semua adalah mahluk sosial, selalu membutuhkan satu sama lain. Tidak ada manusia sempurna, yag saat ini menjadi yang terbaik, bisa jadi esok dia menjadi yang terburuk. Karena itu, bersikap baiklah dengan sesama. Jika memang menemukan kekeliruan pada diri saudaranya, lebih baik diajak berunding dengan penuh jalinan persaudaraan.

Bahkan ada yang langsung mengatakan syirik, ajaran setan, bantuan mahluk jin, dan semacamnya. Itu bagus. Berarti dia adalah orang yang peduli. Tetapi, secara tidak langsung dia sudah mencontohkan kemalasan mempelajari kasus. Sebagai muslim yang berewajiban belajar seumur hidup, semestinya dia menunjukkan sikap belajarnya, mempelajari kasus tersebut terlebih dahulu. Jika lansung-langsung protes begitu, seolah-olah ia malas berpikir, malas mempelajari kasus secara dalam, malas memikirkan efek negatif kata-kata/lisan, malas bermusyawarah.

Sempat saya menjawab komentarnya di bawah salah satu tulisan amalan penglaris. "Coba anda dirikan lembaga yang mampu membantu meningkatkan kesejahteraan orang-orang di sekitar anda, hal-hal semacam ini pun akan berhenti dengan sendirinya," demikian komentar saya.

Agak risih juga mendengar orang-orang yang berpakaian identitas muslim sejati dan memprotes orang-orang di desa. Bukannya membantu meningkatkan kesejahteraan mereka, malah menghina.

Kadang saya bertanya-tanya dalam hati, "Apa mereka yang gemar memprotes itu selalu mendoakan agar mereka yang keliru diberi petunjuk?"

Mari kita saling mendoakan. Semoga hari esok kita lebih baik dari hari ini. Saya pernah dapat petuah dari tutor saya. Memang beliau tidak begitu yakin haditsnya shahih. Hadits tersebut menyebutkan bahwa barang siapa yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, maka 5000 malaikat mendoakan agar hal yang dipintakan dalam doanya terjadi pada dirinya. Amin.
__________________________________________________________________ __________________________________________________________________
Penglaris Dagangan dan Agar Cepat Dapat Jodoh Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Mistersunlearnto Writewellforever

No comments:

Post a Comment