Cinta Tak Bersalah





Masih ingatkah kampus kita di Surabaya? Aku yakin kau takkan lupa. Waktu itu pernah kukatakan, “Aku bukanlah kapten Bhirawa yang siap menembak di tempat”. Seorang kapten tak identik dengan suasana romantis. Surat cinta itu hanyalah pengantar atau pembuka taman langit. Aku hanya berkisah di sana. Itu pun kutulis dengan pensil. Tetapi bukannya aku tidak sungguh-sungguh. Dengan alat tercanggih pun, terlalu remeh, tak ada yang pantas gantikan untuk menyatakan cinta, kecuali hati.

Kapten Birawa, flash fiction, kisah cinta romantis

Orang memang mengistilahkan dengan frasa “Jatuh Cinta”. Tetapi aku tidak sepakat. Tak ada satu pun mahluk yang mau berlama-lama jatuh. Terlebih aku. Aku tidak jatuh cinta padamu, tapi aku mencintaimu. Bahkan waktu pun kuabaikan, meski kau setia mengikutinya. Pohon beringin di sudut halaman parkir itu tentu paham. Kau dan aku selalu berebut tempat teduh untuk memarkir sepeda, saat kita semester dua dulu. Itu kan awal kita kenal hingga jadi akrab melebihi sahabat.

Sikapmu kusimpulkan seolah kau mengatakan atau bahkan meneriakiku, “Kalau cinta, paksa!” Kau memang tidak mengucapkan, tapi aku merasakan bahasa hatimu. “Kalau kau gagal dapatkan cinta, berarti kau tidak benar-benar cinta,” begitu kan maksud hatimu? Aku hanya mengharap kau sedikit belajar tentang cinta.

Kau bilang terlambat? Cintakah yang bodoh, atau kita yang tolol?! Kulihat senyum di sudut wajahmu, dulu, waktu keputusan mencekik leherku untuk melontar. Kusiram tamanku dengan air mata, saat itu. Namun, seolah ini akhir sandiwara. Aku paham, kau juga berpikir demikian. Kau genangi wajahmu dengan air mata. Hari sudah senja, Sayang. Kehidupan sudah menuai lelah. Jangan bermimpi hampiri pagi. Kau bersahabat dengan sang waktu.

^Cerita  ini diikutsertakan pada Flash Fiction Writing Contest: Senandung Cinta^

__________________________________________________________________ __________________________________________________________________
Cinta Tak Bersalah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Mistersunlearnto Writewellforever

10 comments:

Abdul Cholik said...

Linknya mana ya kok saya belum menemukan
Tolong di cek ya mas
terima kasih

Abdul Cholik said...

Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Kontes Flash Fiction Senandung Cinta.

Ikuti juga Kontes Unggulan Blog Review Saling Berhadapan di BlogCamp (http://abdulcholik.com)

Salam hangat dari Surabaya

puteriamirillis said...

kata2nya seperti puisi :)

Su di said...

Salam juga.
Dekat ya ternyata, di Surabaya. Kirain orang mana?
I am in Mojokerto, from Bondowoso

Su di said...

Terima asih udah mampir.
I like narrative poem and prosa lirik juga

Wawan Setyawan said...

semoga menaaaaang

PakLek Aris said...

seperti puisi.. semoga menang...
Salam Blogger,
Senandung Cinta Bidadari Kecil

Su di said...

amin. semoga

Su di said...

Amin, PakLek Aris
Makasihh kunjungannya

IrmaSenja said...

sebuah diksi yang mengalir,..nice :)

Post a Comment