Makna Kemenangan Kecil dan Kemenangan Besar





Ada seorang pelajar di sebuah perguruan tinggi. Dia baru semester satu. Dia semangat. Waktu luangnya digunakan hanya untuk membaca buku. Karena itu, ia sudah banyak menguasai konsep yang benar.

Suatu ketika ia mendapati dosennya tidak mengikuti konsep yang disepakati oleh para ahli di bidangnya. Dia juga melihat para seniornya yang sudah berkarir cukup bagus, juga banyak yang mengabaikan konsep.

Dia bingung. Pikirnya, buat apa aku belajar jika nantinya tidak mengikuti konsep yang diajarkan? Semua orang ia pikir bisa melakukan jika tanpa konsep. Dia pernah diajarkan sebuah prinsip oleh kakeknya dulu, bahwa kebenaran harus diperjuangkan. Dan kebenaran pasti akan menang.


Ia mencoba curhat kepada seorang temannya, ia berencana menyampaikan kebenaran pada dosen atau bahkan senior yang tak patuh konsep keilmuan. Tetapi ia malah diperingatkan oleh temannya tersebut, "Hati-hati," begitu intinya.

Ia mulai ragu. Ada rasa khawatir. "Jangan-jangan aku dikeluarkan dari kampus? Jangan-jangan nilaiku jelek?" dan semacamnya. Tetapi dia selalu ingat nasehat kakeknya, kata kakeknya, kebenaran akan selalu menang. Kebenaran harus diperjuangkan.

Dia coba sharing dengan teman lainnya. Kali ini kakak tingkatnya. Tetapi, tdak jauh beda nasehatnya, "Mau nanggung resikonya?" begitu tanyanya. "Kalau tidak berani, jangan main-main." Ada juga yang seolah tak peduli, "Itu memang tugasmu," katanya. Malah bikin galau.

Dia ingat, ada segolongan mahasiswa yang berani sekali memperjuangkan kebenaran. Dia coba menemui mereka. Datang ke markas mereka. Mereka memang ramah sekali. Ia disambut dengan baik. "Pimpinan kami yang dulu dikeluarkan dari kampus ini," kata salah seorang dari mereka. Agak merinding dia mendengarnya, teringat orang tua di rumah. Dia menunda dulu untuk bergabung dan mencari tahu mantan ketua yang dikeluarkan dari kampus. Usahanya tidak sia-sia, ia bertemu dengannya di pertigaan dekat pasar, di pangkalan ojek. Mantan ketua tersebut jadi tukang ojek.

Dia bertanya, "Kenapa tidak bekerja di sebuah perusahaan?" jawab si mantan pemimpin aktivis, karena di perkantoran banyak manipulasi. Menurutnya itu haram. Sebelum semua orang berubah menjadi baik, ia tidak mau dekat-dekat dengan uang haram.

Dunia semakin tampak rumit.

Ia hanya seorang mahasiswa baru. Baru tahu tentang konsep, belum berpengalaman berkarir di bidangnya. Tetapi ia sama seperti semua orang, inginkan kemenangan.

Apa saran anda?

Kemenangan besar dan kemenangan kecil. Guru saya dulu pernah cerita. Waktu itu habis ada konser di desanya. Ia cerita pada kami di sekolah, "Tadi malam saya tidak nonton, artisnya kampungan," katanya. "Saya jualan bakso. Lumayan, dapat tambahan uang, bisa buat nonton konser bergengsi minggu depan." Cukup cerdik juga dia. Dia mengabaikan kemenangan kecil. Tetapi malah memanfaatkan kekalahan kecil untuk meraih kemenangan besar.

Bagaimana dengan mahasiswa dalam ilustrasi kisah diatas? Apakah anda akan menyarankan ia memperjuangkan kebenaran dan meyakinkannya bahwa umur manusia tidak pasti panjang? Atau anda menyarankannya untuk mengikuti arus, yang menurutnya adalah kemunafikan, hinga nanti ia menjadi besar dan mampu merubah semuanya?

Coba dicari jawabannya.

Orang-orang yang mengerti agama mengartikan kemenangan besar sebagai kemenangan yang diraih di kehidupan berikut. Itulah menurut mereka kemenangan yang sebenarnya. Karena itulah, tidak jarang ada orang yang rela mengorbankan nyawanya untu meraih kemenangan besar itu. Menurut mereka, lebih baik kalah sekarang, dari pada kalah nanti. Kemenangan yang terlalu dini, menurut mereka tak terlalu berharga.

Sepertinya para politisi itu juga begitu. Pada rakyat, mereka bermanis-manis bibir. Apapun kemauan rakyat, dituruti, mengalah saja. Mereka melihat kemenangan besar nanti.

Bagaimana dengan anda?
__________________________________________________________________ __________________________________________________________________
Makna Kemenangan Kecil dan Kemenangan Besar Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Mistersunlearnto Writewellforever

No comments:

Post a Comment