Orang Berilmu Perlu Diajak Belajar





Ada-ada saja. Kemarin buka facebook, ada iklan menarik di samping kanan, sebuah situs berita life.viva.co.id, beritanya tentang seorang pria yang baru tahu bahwa drinya wanita setelah usia 66 tahun.

Ada-ada saja.Kata dokter itu akibat kelainan genetik dan hanya terjadi pada 1 dari 2000 bayi perempuan.

Selama saya belajar agama di madratsah dan di pesantren, belum satu pun ustadz yang membahas soal ini. Andai saja dia seorang kyai dan hidup di Indonesia, bisa heboh beritanya. Atau mungkin dia akan kebingunan mikirin tentang ibadahnya yang dari dulu mengikuti tata cara orang lelaki.

Dunia ini memang unik, dan selalu ada keunikan-keunikan baru.

Hidup memang harus terus belajar karena kehidupan selalu memperbarui diri. Dan bagi saya, mempelajari soal karakter dan perilaku manusia sungguh mengasyikkan.

Saya tidak hendak berbicara panjang lebar tentang berita di atas. Hal tersebut hanya sebagai bukti bahwa setiap detik selalu ada yang baru dalam kehidupan ini. Jadi belum ada orang yang sudah menjadi yang terpaling atau tersangat.

Tidak jarang saya temui manusia yang tampak sempurna, entah sok sempurna atau memang gayanya yang demikian. Tetapi yang jelas, saya sempat menjadi korban sikapnya. Saat saya kecil dulu, hilang rasanya kepercayaan diri berada di dekat mereka. Mereka mudah sekali mengatakan "Ini salah yang benar ini, tidak boleh begitu, begini uga ak boleh," dan semacamnya.

Pernah selama beberapa periode saya yang masih anak-anak berbuat berdasarkan selera mereka, para orang dewasa yang tampak sempurna. Mimpiku pun demi mendapat penghargaannya. Mereka seolah Tuhan penentu nilai.

Entah dengan anak-anak sekarang. apakah mereka juga demikian?

Sekarang saya sudah dewasa. Sudah tahu hidup yang sebenarnya. Ternyata, ternyata mereka adalah penakut. Mereka orang bodoh yang tampakk pintar, yang berusaha menutupii kebodohannya dengan narsisme tampang sok sempurna.

Di sekolah agama, sering juga saya temui ustadz yang demikian. Di lingkungan aktivis agama juga. Mudah sekali mengatakan "kau salah, ini aku yang paling benar". Bahkan berani mengatakan "Kau sudah kafir, haram kau masuk surga."

Saya tidak hendak membahas syariat atau hukumm agama. Tetapi ingin mengajak anda mempelajari kenapa mereka demikian? Berikut pemahaman saya.

Mereka merasa bahwa dirinya sudah mendapat petunuk dari Tuhan, merasa sudah paling banyak ilmunya, merasa paling berpengalaman, pokoknya merasa paling baik. Kita bahas satu per satu.

Coba jawab pertanyaan ini:

1) Mana yang lebih semangat meminta petunjuk, orang yang sadar dirinya tersesat atau orang yang merasa mendapat petunjuk?

2) Mana yang lebih semangat belajar, orang yang merasa bodoh atau orang yang merasa memiliki banyak ilmu?

3) Mana yang lebih semangat berlatih, orang yang merasa tidak berpengalaman atau orang yang merasa banyak pengalaman?

4) Mana yang lebih semangat memperbaiki diri, orang yang merasa dirinya buruk atau orang yang merasa dirinya paling baik?

Yang saya tahu, orang yang merasa mendapat petunjuk itu lebih sering atau lebih semangat menunjukkan ini dan itu pada orang lain. Bahkan sering memaksan agar petunjuknya diikuti. Dia merasa dunia sekarang atau yang akan datang sama dengan dunianya dulu.

Orang yang merasa banyak ilmu pun juga begitu. Ia lebih bersemangat berbicara, menyampaikan banyak hal, dari pada belajar. Ketika bertemu orang, yang muncul bukan keinginan bertanya, tapi ingin mengajari. Demikiann juga yang nomor 3 dan 4.

Saya ingin berbicara agak banyak tentang orang yang merasa paling berilmu.

Dalam ajaran agama yang dibawa oleh manusia pilihan, yang diutus Tuhan ke bumi ini, diajarkan bahwa manusia wajib belajar sejak lahir sampai mati. Coba bandingkan dua kata ini: "Seharusnya ini tidak begitu" dengan perkataan "Kok begitu ya? saya baru tahu." Yang mana yang menggambarkan semangat belajar? Satu pertanyaan lagi, kira-kira yang mana yang menurut anda memiliki banyak ilmu, orang yang semangat belajar atau orang yang merasa paling banyak ilmunya?

Musyawarah Itu Ajaran Tuhan

Orang berilmu yang banyak tahu ilmu agama tidak sedikit yang tidak mau bermusyawarah. Katanya, karena dalilnya sudah jelas. Apakah ia adalah manusia yang tak pernah melihat fatamorgana?
__________________________________________________________________ __________________________________________________________________
Orang Berilmu Perlu Diajak Belajar Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Mistersunlearnto Writewellforever

No comments:

Post a Comment