Pengaruh Budaya Jepang-kah?





Membaca cerita tentang Jepang, menarik sekali. Banyak cerita, tetapi beberapa hal yang menjadi perhatian saya, yakni kebiasaanasaan yang mirip dengan budaya lokal di daerah saya. Yang pertama, kebiasaan menundukkan kepala. Ada kemiripan, di desa tempat saya tinggal, jika ada orang terhormat seperti guru atau tokoh, maka kita dianjurkan untuk berdiri dan sedikit membungkuk di pinggir jalan. Bukan orang lain yang menganjurkan, tetapi jiwa kami. Seolah merasa bersalah jika tidak begitu.

Satu cerita lagi saya baca di sebuah blog tentang 10 hal yang membuat Jepang menarik, yakni ketika penulis berada di toko pakaian. ketika penulis masuk ke ruang ganti dan melepas sepatu sembarangan, beliau keluar dengan posisi sepatu sudah rapi menghadap ke depan semua. Ini sama dengan kebiasaan di desa saya, hanya saja, biasanya dilakukan oleh murid atau santri.

Yang ketiga, yaitu tentang keamanan. Kata penulis, di bebrapa daerah terpencil orang-orang tidak perlu mengunci pintu, bahkan anak kecil tidak perlu ditemani orang dewasa ke sekolah. Luar biasa. Ini juga terjadi di daerah terpencil di kepulauan Madura, Jawa Timur.

Jepang cukup lama menjajah negeri ini. Tidak menutup kemungkinan kebiasaan-kebiasaan tersebut merupakan turunan dari para penjajah dahulu.

Satu lagi, kemanapun kita pergi di negeri sakura tersebut, kita akan selalu merasakan suasana budaya Jepang, nampak dan kental sekali budaya Jepangnya. Ini mirip dengan kondisi di Bali. Yang saya tahu, bali demikian.


__________________________________________________________________ __________________________________________________________________
Pengaruh Budaya Jepang-kah? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Mistersunlearnto Writewellforever

1 comment:

tenteraverbisa said...

yth mbak sunardi,
mohon kirimkan foto diri daan biodata singkat untuk dimuat dalam buku kumpulan puisi proyek amal warung Blogger ke email: rudygaswan@gmail.com.

Untuk lebih jelasnya, silakan klik http://tenteraverbisa.wordpress.com/2014/01/09/akhirnya-harmoni-lahir-proyek-buku-puisi-yang-tertunda/

Kami tunggu sampe tanggal 31 januari 2014.

Post a Comment