Sehebat Apapun Seorang Pemimpin, Jika Memimpin Orang Tidur ...





Pemilihan Pemimpin Baru Usai
Pemimpin Indonesia, Pilpres 2014, KPU pemilihan presiden

Indonesia baru. Begitu kata orang. Sebenarnya bukan Indonesianya yang baru, karena langitnya masihh biru, yang kekeringa pun masih kekeringan, lautnya pun juga masih berair. Hanya pemimpinnya yang baru, yakni presiden dan wakil presiden. Dua orang inilah yang diharap membawa perubahan dalam memimpin negeri ini. Sehingga, kehadirannya pun disebut oleh banyak sebagai lahirnya Indonesia baru.

Ada satu insiden yang membuat orang-orang yang sedang tidur (agak) terbangun, yakni sikap salah satu calon menjelang diputuskannya siapa yang terpilih menjadi pemimpin negeri ini. Sebagian ahli politik ada yang mengatakan, "Sangat disayangkan karena kejadiannya ketika sudah mau usai". Ada juga orang-orang yang berpendapat bahwa kebenaran dan keadilan memang harus ditegakkan. Ada yang sedikit menyalahkan sikap KPU yang menerima dengan senyum-senyum, seolah menganggap bukan masalah serius. Macam-macam asumsi.

Pahlawan Atas Keadilan dan Kebenaran

Sikap tidak menerima atas kecurangan, ketidakjujuran, atau ketidakadilan yang dilakukan oleh seseorang, apalagi calon pemimpin merupakan kewajiban semua orang yang sadar dan berakal. Apalagi seorang negarawan. Tetapi, coba saya sampaikan sedikit fakta tapi tidak disertai bukti rekaman atau gambar.
  1. Perekrutan CPNS. Waktu saya masih menjadi mahasiswa baru, saya ditawari dengan harga 10 juta langsung jadi. Katanya sekarang sudah menjadi 100 hingga 150 juta.
  2. Pembuatan SIM. Di beberapa daerah mungkin benar-benar diuji, tetapi di beberapa daerah lain pakai uang.
  3. Nilai ujian siswa. Guru saya dulu ngasih kunci jawaban. Bahkan orang tua teman saya yang masih menjadi kepala sekolah waktu itu, katanya rapat dengan seluruh kepala sekolah sekabupaten mengenai strategi meluluskan siswa pada UNAS.
  4. Bantuan sosial dan pendidikan. Ada kepala desa yang bilang, kalau mau turun memang harus dipotong. Kalau mau utuh, harus nunggu lama. "Kasihan rakyat," katanya.
  5. dll.
Keempat contoh tersebut hanya sebagai contoh, yang tentu tidak sekuat fakta yang mempunyai kekuatan hukum. Tetapi dengan fakta-fakta tersebut saya bertanya kepada pembaca, apa ada yang salah atau dibuat-buat dari keempat contoh tersebut??? Hati nurani anda tahu jawabannya.


Apakah Ketidakadilan Baru Kali ini Ada?

Ketidakadilan, ketidakjujuran itu sudah ada sejak dulu. Pemimpin yang tidak adil sudah ada sejak dulu. Lawannya pun juga sudah ada sejak dulu. Namun, bentuknya yang berbeda-beda. Lawannya pun juga melawan dengan cara yang berbeda-beda: ada yang melawan dengan kepala dingin, ada yang membakar jenggot sak rambutnya, dan semacamnya. Beberapa orang yang lain malah menganggap ketidakadilan dan ketidakjujuran tersebut sebagai strategi yang sah-sah saja. Katanya, "Membiarkan kemudhoratan kecil demi menghindari kemudhoratan besar".

Protes Pedas dan Tajam

Protes merupakan salah satu respon terhadap ketidakadilan dan ketidakbenaran dengan harapan orang atau pemimpin yang diprotes menyadari kekeliruannya. Ada orang yang tidak capek-capek memprotes orang lain atau pemimpin, sekalipun ia sadar tidak ada hasilnya. Ada yang nekad protes dengan kata-kata pedas, bahkan dengan fisik. Bahkan ada yang mencari keuntungan dengan protes, dengan berjualan kata-kata protesnya.

Siapa sebenarnya yang diharap berubah dan membuat perubahan tersebut? Benarkah dengan diprotes seseorang akan segera berubah seperti TV yang ditekan tombol remote-nya???

Sebagian orang mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggung jawab membuat perubahan. Ada juga yang mengatakan, "Ketika kau berubah, maka dunia pun berubah". Tidak usah capek-capek ya... Ada yang mengatakan bahwa masing-masing oranglah yang bertanggung jawab merubah nasibnya. Ada yang berpendapat bahwa diri sendiri dan Tuhanlah.


Bukankah Pemimpin Itu Dari Rakyat?

Tidak ada pemimpin yang tidak pernah diprotes, benar? Tetapi, adakah yang memprotes Tuhan? Mungkin saja. Rakyat memilih pemimpin dari rakyat, lalu ketika ada kekurangan dari pemimpin tersebut, ia pun dicaci. Jika dari 10 pemimpin ada 1 atau 2 yang tidak baik, mungkin ini memang salah pilih. Tetapi jika hampir semua pemimpin tidak baik, rakyat tersebut perlu bertanya pada diri dan Tuhan. Katakan, "Apakah kami semua adalah orang buta, jika iya, lahirkanlah dari kami generasi yang lebih baik."

Seorang pengendara motor yang tidak mempunyai SIM akan sangat bersyukur ketika lolos dari operasi polisi, apalagi ia bekerja memenuhi nafkah keluarga dan membiayai anak sekolah dengan sepeda motornya. Untuk kebenaran dan keadilan atau untuk siapa dan untuk apakah syukur tersebut? 

Mengenai sikap salah satu calon pemimpin kita kemarin, semoga tidak menimbulkan akibat yang tidak diharapkan. Semoga negeri ini selalu tambah maju dan lebih baik.


__________________________________________________________________ __________________________________________________________________
Sehebat Apapun Seorang Pemimpin, Jika Memimpin Orang Tidur ... Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Mistersunlearnto Writewellforever

No comments:

Post a Comment