Dialog: Nasehat Guru Untuk Murid Yang Nakal





Nasehat guru, Metode mengajar, motivasi siswa
Murid: Pak, saya ingin main game. Bosan sama pelajaran sejarah.

Murid(lainnya): Waktunya pelajaran, mau main game..!!

Guru  : Alhamdulillah, masih mempunyai keinginan. Di luar sana banyak teman-teman kita sudah tidak mempunyai keinginan. Mereka banyak diam, disuruh begini, ya begini, di suruh begitu, ya begitu, manut. (Siswa tertawa). Sepintas, anak ini memang baik, penurut dan patuh. Tetapi, kebanyakan dari mereka hanya diam dan bingung ketika menghadapi masalah yang sulit diselesaikan. Hidup akan selalu berhadapan dengan masalah.

Mereka menjadi korban paham di masyarakat yang begitu mudah memberi label "Nakal". "Jangan banyak tingkah, diam...!!" kata mereka. Bagaimana bisa menjadi manusia yang penuh semangat dan kreatif, kalau mereka selalu diam.

Murid: Berarti, saya boleh main di sini, pak? (Siswa yang lain menolehnya)

Guru  : (Tersenyum) Orang yang merasa aman akan begitu.


Murid: Aman bagaimana, Pak?

Guru  : Mau makan, sudah tersedia. Ada yang mau menjahili, ada yang mau belain. Serba tercukupi. Merasa tidak butuh orang lain. Di USA, anak usia 18 tahun sudah harus mandiri. Kalau tidak, dia akan menjadi olok-olokan temannya."Udah 18 tahun, masih belum mandiri." Mereka yang sudah hidup mandiri juga menginginkan kebebasan, tetapi bedanya, mereka sadar akan akibat atau konsekuensi. "Kalau aku suka mengganggu orang, orang-orang akan merasa terganggu, mereka akan membenciku. Kalau aku dibenci banyak orang, dengan siapa aku berteman? Apa ada orang yang mempekerjakan aku?" Mau bisnis, dengan siapa? Mau merampok, kucing-kucingan sama aparat keamanan dan orang-orang yang benci dan dendam. Sama saja dengan tida bebas.

"Kebebasan adalah ketidakbebasan," itu benar.

Murid: Maksudnya, Pak?

Guru  : Duta besar kerajaan Bisantium berkomentar, membandingkan kehidupan Umar (RA) dengan raja-raja lainnya yang suka berbuat sesuka hati menuruti nafsu, "...yang mengherankan bagiku... Di saat raja-raja yang lain berbuat sesuka hatinya hingga tidak bisa tidur dan gelisah......sedangkan engkau, wahai Khalifah. Bolehkan aku memanggil namamu? Engkau, wahai Umar. Telah berbuat adil, maka kau merasa tentram, dan bisa tidur nyenyak." Waktu itu Umar tidur di halaman tanpa pengawal. "Seseorang yang menaklukan para raja, dan punya pasukan perang yang berani. Ia tidak layaknya raja-raja yang lain, dan beginilah keadaannya," kata duta besar itu sambil menunjuk ke Umar (RA) yang baru saja terbangun dari tidurnya di halaman.

Umar tidak bertindak sesuka hati dan memimpin dengan adil, sehingga dia bebas. Sementara raja-raja yang menuruti hawa nafsunya, mereka dijaga oleh banyak pengawal: di gerbang, di atas gedung, ada yang keliling mengitari istananya. Semua penjaga bersenjata lengkap, tetapi Raja pun masih khawatir ada musuh yang mampu mengalahkan para penjaganya. Hatinya tidak bebas.

Itulah kebebasan.

Murid: Anak-anak di sini banyak yang nakal, Pak.

Guru  : Bukan nakal, tapi belum paham.


Murid: Suka aneh-aneh, Pak.

Guru  : Terasa aneh karena masih baru. Yang baru adalah hasil kreativitas. Kreativitas memang membingungkan.


(Bersambung)
__________________________________________________________________ __________________________________________________________________
Dialog: Nasehat Guru Untuk Murid Yang Nakal Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Mistersunlearnto Writewellforever

No comments:

Post a Comment